Sidang Isbat Ramadhan 2017 – Sidang isbat atau isbat yang secara harfiah berarti penyungguhan, penetapan serta penentuan merupakan sidang penetapan dalil syar’i di hadapan hakim di dalam suatu majelis untuk menetapkan suatu kebenaran maupun peristiwa yang terjadi. Sidang isbat ini juga dapat di lakukan dengan kedatangan sang penuntut yang meminta hak maupun mencegah terjadinya penolakan pada hak tersebut. Apabila tuntutannya dipenuhi oleh sang hakim sesuai dengan ketetapan syar’i, maka hakim ini nantinya akan mencegah penolakan pada haknya dan juga mengabulkan tuntutannya. Di dalam kondisi ini, seorang penuntut akan di wajibkan memberikan bukti tuntutannya, sementara yang tergugat juga harus mengucapkan sumpah apabila ingin menolak tuntutan.Sidang Isbat Ramadhan 2017

Akan tetapi di negara Indonesia secara populer sidang isbat ini seringkali dikaitkan dengan penetapan datangnya bulan Ramadhan, Idul Fitri dan juga Idul Adha. Sidang Isbat Ramadhan 2017 ini juga sudah di selenggarakan oleh pemerintah sejak tahun 1950 dengan tujuan untuk menetapkan hari pertama di Bulan Ramadhan, Syawal serta tanggal 10 Dzulhijjah. Di awal penyelenggaraannya, sidang ini hanya sangat sederhana dengan didasarkan pada fatwa para ulama bahwa negara memiliki hak untuk menentukan datangnya hari tersebut. Selanjutnya mulai tahun 1972, Badan Hisab Rukyat mulai dibentuk di bawah Kementerian Agama yang di dalamnya terdapat para ahli, ulama dan juga ahli astronomi yang tugas intinya memberi informasi, memberi data kepada Menteri Agama terkait awal bulan Ramadan, Syawal serta Dzulhijjah.

Sidang isbat ini juga di adakan satu hari sebelum hari yang diperkirakan sebagai awal bulan yang dimaksud. Di dalam sidang isbat, dihadirkan juga berbagai ulama, tokoh serta organisasi masyarakat di Indonesia. Di tahun 2013, juga di rencanakan hadirnya perwakilan negara lain yang akan menjadi saksi serta memberi pandangan terkait penentuan tanggal penting ini. Sidang isbat ini nantinya akan diawali dengan pemaparan terkait posisi hilal atau bulan pada petang hari di sejumlah daerah oleh anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI.

Awal pelaksanaan bulan puasa 1 Ramadan 12017 oleh umat Islam di Tanah Air juga harus menunggu keputusan sidang Isbat yang nantinya akan digelar Kementerian Agama atau Kemenag dengan organisasi Islam. Sebenarnya 1 Ramadan 1438 H/2017M sudah tertulis di kalender. Akan tetapi sebagaimana tradisi sebelumnya, Kemenag juga harus tetap melakukan sidang Isbat yang digelar oleh pemerintah. Karena Kementrian agaman telah mengakomodir ketentuan yang menyebutkan bahwa untuk memastikan awal bulan di kalender hijriyah ini juga harus melihat hilal langsung atau rukyah. Sehingga antinya masyarakat juga tetap menunggu hasil sidang Isbat sebagai penentu awal dimulainya bulan Ramadhan.Sidang Isbat Ramadhan 2017

Selain itu, menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang sebelumnya juga sudah mengatakan bila serangkaian sidang Isbat ini nantinya akan digelar secara terbuka untuk publik. Akan tetapi khusus sesi sidang utamanya akan digelar secara tertutup. Tujuannya ialah untuk menghindari sorotan media pada potensi perdebatan sepanjang sidang. Adapun nantinya perdebatan tersebut biar menjadi konsumsi kami selanjutnya masyarakat nanti di beritahu hasil setelah sidang. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga bersiap mendukung pemantauan hilal. Hasil koordinasi dengan BMKG setempat demikian secara umum juga menjelaskan bahwa cuaca saat pemantauan hilal cerah. Demikian sedikit informasi terkait Sidang Isbat Ramadhan 2017, semoga bermanfaat untuk anda semua,

Sidang Isbat Ramadhan 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *